Pendakian Gunung Semeru: Perjalanan menapaki puncak abadi para dewa

Memori pendakian semeru 5 tahun yang silam menggugah saya untuk kembali mengunjungi gunung ini beberapa hari yang lalu, masih dalam kesempatan libur pasca lebaran saya ditemani 4 orang teman-teman dari Mapala Satubumi Teknik UGM berangkat dari Yogyakarta menuju Malang, saat libur lebaran seperti ini ternyata berpengaruh terhadap perencanaan biaya transportasi, karena walaupun secara teori Tuslah lebaran hanya berlaku H-7 s/d H+7 tapi pada kenyataannya masih banyak kendaraan umum seperti bis dan kereta yang menerapkan harga tuslah sehingga biaya perjalanan ikut membengkak. Tiba di Malang jam 8 malam kami memutuskan untuk bermalam di Mapala Ganendra Giri Polinema untuk selanjutnya berangkat menuju Tumpang esok harinya

.

Tumpang – ranu pane – ranu kumbolo

Pos Ranu Pane

Istirahat di jembatan (setengah perjalanan ranu pane - ranu kumbolo)

Perjalanan dari Tumpang menuju pos ranu pane ditempuh selama kurang lebih 2 jam menggunakan truk, sesampainya di pos ranu pane kami harus mengusurus surat perizinan dan membayar retribusi dan asuransi sebelum melakukan pendakian. Harap diingat setiap pendaki wajib membawa Surat Keterangan Sehat dari dokter dan Foto kopi identitas,  tanpa persaratan diatas pendaki tidak akan diijinkan untuk melakukan pendakian. Selesai proses administrasi dan mengisi perut kami memutuskan untuk mulai pendakian pada pukul 11 siang. Waktu tempuh dari pos ranu pane ke ranu kumbolo memakan waktu sekitar 5-6 jam dengan tempo  berjalanan normal dan cenderung santai. Tiba di ranu kumbolo pada pukul 4 sore kamu memutuskan untuk membangun tenda dipinggiran danau sambil beristirahat dan menikmati pemandangan disekitar danau yang selalu tampak menakjubakan pada sore dan pagi harinya. Lokasi perkemahan ranu kumbolo merupakan tempat favorit para pendaki sehingga pada daerah ini banyak ditemui tenda dan pendaki lain yang sedang berisitirahat di ranu kumbolo, hal negatif yang ditemui adalah daerah disekitar danau menjadi semakin kotor dibandingkan 5 tahun yang lalu, saat ini banyak terdapat sampah berserakan seperti tisu, bungkus makanan, botol minuman dan lainnya. #pelajaran no.1: apabila menemukan banyak tisu disemak-semak maka berhati-hatilah! Karena tempat itu kemungkinan besar merupakan tempat buang air kecil (pipis)  dan juga air besar (boker), kan ga lucu kalau kalian terinjak ranjau (pup orang)😛

Camp di pinggir ranu kumbolo

           

Ranu kumbolo – kalimati – arcopodo

Keesokan harinya perjalanan kami lanjutkan dengan targetan utuk nge-camp di arcopodo sebelum hari gelap. Perjalanan dari ranu kumbolo menuju kalimati dietempuh dalam 3.5 jam perjalanan, dalam perjalanan ini setelah melewati tanjakan cinta kita akan menemukan sebuah padang rumput yang luas (oro-oro ombo)

Oro-oro ombo

sebelum akhirnya masuk kedalam hutan cemara (cemoro kandang), tiba di kalimati jam 1 siang kami memutuskan untuk makan siang dan mengambil air untuk persiapan di arcopodo, sumber air dapat ditemukan di sumbermani, sekitar 1 jam perjalanan bolak balik dari kalimati. Untuk menghemat tenaga selama pendakian bawalah air secukupnya saja karena pada pendakian semeru kita mempunyai 2 lokasi sumber air, akan tetapi untuk sumber air di sumbermani  ada baiknya  kita bertanya pada pendaki yang baru turun karena pada musim kemarau adakalanya sumber air tersebut mengering.

Cemoro kandang

Kalimati

Sumbermani

Tepat jam 3sore kami melanjutkan perjalanan menuju arcopodo. Berbeda dengan perjalanan sebelumnya, Perjalanan dari kalimati menuju arcopodo sudah mulai menanjak dan penuh debu. Waktu tempuh kami sekitar 1jam 45 menit. Di pos arcopodo tidak terdapat sumber air sehingga kami harus membawa air dari kalimati untuk keperluan kami selama di arcopodo dan summit attack. Masak, makan dan instirahat merupakan agenda utama kami malam ini untuk mempersiapkan diri untuk pendakian  dini hari nanti.

Arcopodo

Arcopodo – puncak –arcopodo

Pendakian menuju puncak

Jam 10.30 malam kami sudah terbangun untuk memepersiapkan pendakian menuju puncak, dari info yang kami dapat, waktu tempuh menuju puncak sekitar 4jam, oleh karena itu jam pendakian kami mundurkan menjadi jam 1 dini hari dengan targetan bisa mendapat sunrise jam 5 pagi diatas puncak. Selesai makan dan persiapan tepat jam 1 dini hari kami melakukan summit attack, perjalanan dari arcopodo menuju puncak merupakan perjalanan yang paling berat, karena kami harus menambah ketinggian dari arcopodo: 2900mdpl menuju puncak: 3676mdpl dengan jalan yang langsung mendaki terus dengan kemiringan 45-55o sementara jalan yang kami tapaki adalah campuran pasir, kerikil dan batu yang sangat labil. Saat sunsrise tiba ternyata kami masih berada jauh dari puncak, sehingga ketika matahari terbit semakin tinggi terpampang jelaslah bahwa pendakian yang harus ditempauh masih cukup jauh. Jam 6.45 akhirnya kami tiba di puncak dan langsung disambut dengan ucapan selamat dari pendaki lain yang telah tiba lebih dahulu di puncak. Selebrasi kemenangan di puncak mahameru sangat ”meriah”, bahkan kami sempat diberikan segelas fanta ”surga” oleh pendaki dari sidarjo (thanks to pak bonzai). Selesai foto-foto dan selebrasi di puncak akhirnya kami memutuskan untuk turun. Perjalanan turun dari puncak ke arcopodo hanya membutuhkan waktu 2jam.

Foto Narsis di Puncak

#pelajaran no 2: bawa logistik anda sendiri ketika summit attack!, karena sering terjadi anda akan terpisah jauh dari teman yang membawa logistik dan itu sangat mempengaruhi pendakian anda.

#pelajaran no 3: latihan fisik yang cukup sebelum mendaki semeru, karena tanpa persiapan yang baik anda akan sangat keteteran ketika mendaki puncak

#pelajaran no 4: bawa masker/ sapu tangan/ slayer karena sangat berdebu dan pakai sepatu trekking yang baik.

#pelajaran no.5: bawa persediaan air dan makanan yang cukup!

Arcopodo – kalimati – ranu kumbolo

            Selesai istirahat sebentar dan membongkar tenda, kami langsung turun menuju pos kalimati untuk mengambil air dan makan siang (waktu tempuh 1 jam), dan selanjutnya perjalanan kembali menuju ranu kumbolo selama 2jam untuk selanjutnya membangun tenda untuk kembali bersantai semalam menikmati keindahan alam di ranu kumbolo.

Ranu kumbolo – ranu pane – tumpang

            Keesokan harinya setelah sarapan dan packing kami turun menuju pos ranu pane, waktu tempuh sekitar 3 jam. Selama perjalan 2 hal yang selalu terbayang ketika sampai di pos adalah 2B: Boker dan Bakso! Ha2x….

Jam 12 siang setelah menunggu penumpang cukup akhirnya kami turun menuju tumpang, kembali ke peradaban!!!😀

Rincian biaya transportasi:

–          Jogja – Jombang: 35.500 (harga tuslah)

–          Jombang – malang: 14.000 (tuslah juga kayaknya)

–          Angkot ke polinema: 3000

–          Charter angkot dari polinema – tumpang: 65.000

–          Truk dari tumpang – ranu pane: 30.000

Info Truk:

– pak ruseno: 0341-789162 (ada baiknya untuk mencocokan jadwal naik dengan jadwal truk membawa sayur/pupuk supaya kita tidak perlu mencarter truk.)

Retribusi pendakian:

–          mahasiswa: 5.750

–          umum: 7000

–          tenda: 20.000/buah

–          kamera: 5000/ kamera

Manajemen Air:

untuk mengurangi beban selama perjalanan maka ada baiknya untuk tidak membawa air berlebih karena akan ditemukan 2sumber air selama perjalanan

Ranu pane – ranu kumbolo: 1liter/ orang

Ranu kumbolo – kalimati: 1liter/orang

Kalimati – arcopodo – puncak: 3liter/ orang (persiapan untuk bermalam dan summit attack)

Arcopodo – puncak: 1-1.5 liter/ orang (untuk naik turun)

This entry was posted in Catatan Petualangan and tagged , , . Bookmark the permalink.

8 Responses to Pendakian Gunung Semeru: Perjalanan menapaki puncak abadi para dewa

  1. nid says:

    ni super ga lengkap critanya ! yg seru malah ga diceritain sul…😀

  2. wiiiiiiiiiiiiiii……….. kueren rey.. tapi aku mending disuruh tidur de drpd mbolang.. hahaha

  3. shiopy says:

    hey bro , mau tanya, kalo misal pke truk paling jauh dmna ..
    trus lokasi paling aman dan paling lebar di sebelah mana ..

    • ninograph says:

      Maksudnya gmn?
      Truk paling jauh? Tenpat turunnya ya? Turunya sampe d ranu pane (pos masuk).
      Kalo tmpat paling lebar maksudnya u/ ngecamp ya? Untuk ngecaml paling enak ya di ranukumbolo n kalimati. Krna tmptnya strategis n ada sumber air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s